YOGYAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz menghadiri prosesi pemakaman jenazah Didin Suparyanto (19), simpatisan PPP yang jadi korban serangan molotov di Mlati, Sleman, Yogyakarta.
Pekik takbir menggema saat ribuan pelayat mengantarkan almarhum ke pemakaman Kyai Bolawi yang berjarak belasan meter dari rumah duka di Desa Tlogoadi, Mlati. Selain Djan Faridz, Ketua DPW PPP DI Yogyakarta Syukri Fadholi dan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun juga hadir.
"Saya seperti merasa kehilangan anak saya sendiri. Anak yang berkorban untuk PPP. Kami berharap ini yang pertama dan tidak terulang lagi," kata Djan Faridz kepada wartawan di lokasi pemakaman, Senin (18/4/2016).
Ia mengatakan tidak pernah membayangkan datang dari Jakarta untuk silaturahmi ke Yogya, namun berujung pada peristiwa tragis yang menewaskan seorang anggota laskar PPP.
Ketua DPW PPP DIY Syukri Fadholi berharap polisi bisa menangkap pelaku pembunuhan itu. "Polda dan Polres, saya yakin bisa menangkap para pelaku, menuntaskan peristiwa ini," katanya.
Ia juga meminta kepada seluruh laskar maupun simpatisan PPP untuk tetap bersabar, dan tidak terbawa emosi atas meninggalnya Didin. Menurutnya korban meninggal dalam amar makruf nahi munkar.
"Betapapun emosi dan marah, harus tetap sabar dan tidak berbuat anarkis," jelasnya. (Baca juga: Simpatisan PPP Tewas, Polisi Imbau Jangan Ada Aksi Balasan)
Sementara ayah korban, Waldiyono mengaku sangat terpukul dengan kematian anak keduanya itu. Pelajar Kelas XII SMK Sulaiman itu baru saja menyelesaikan ujian, dan menjelang kelulusannya. Sebelum dipanggil Sang Khalik, Didin bercita-cita menjadi tentara.
"Dia kalau dimintai tolong temannya selalu membantu. Manutan anaknya," kata dia.
Waldiyono mengakui anaknya aktif sebagai anggota Laskar Macan Loreng PPP sejak Pilkada 2015. Ia pun berharap polisi mengungkap kasus ini. "Harapannya polisi menangkap pelaku dan dihukum seberat-beratnya," tandasnya.
Didin Suparyanto tewas setelah dilempar petasan saat melintas bersama rekannya di Jalan Kebonagung, Mlati, Sleman, Minggu 17 April 2016. Almarhum meninggalkan kedua orang tua, seorang kakak dan seorang adik.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.