Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Fadli Zon: Simposium Tragedi 65 Bikin Masalah Baru

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Selasa, 19 April 2016 |15:24 WIB
Fadli Zon: Simposium Tragedi 65 Bikin Masalah Baru
Foto: Antara
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah mengadakan Simposium Nasional Tragedi 1965 selama dua hari. Acara yang akan memperdengarkan berbagai kesaksian para korban 65 itu menimbulkan pro dan kontra.

Salah satu pihak yang menolak diadakannya acara tersebut adalah Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Menurutnya, pemerintah hanya akan menciptakan masalah baru dengan mengadakan simposium tersebut.

"Menurut saya hanya akan menciptakan masalah baru, masalah kasus 65 itu menurut saya sudah selesai. Nah kalau sekarang diangkat-angkat, ini nyari kerjaan dari pemerintah," kata Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (19/4/2016).

Hal itu bahkan menurutnya akan lebih parah jika dikaitkan dengan adanya permintaan maaf dari pemerintah hingga memberikan kompensasi. Tidak hanya konflik horizontal, tapi juga membuka kotak pandora.

"Saya pikir ini justru akan menciptakan konflik horizontal. Ini seperti membuka kotak pandora," sebutnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai, proses rekonsiliasi masa lalu cukup diselesaikan secara alamiah. Indonesia menurutnya tak perlu mengikuti proses truth, justice and reconsilitation seperti di negara lain.

Proses tersebut menurutnya hanya enak di dengar, tapi sebenarnya menciptakan berbagai persoalan-persoalan baru.

"Kita ini punya mekanisme sendiri dengan budaya kita musyawarah mufakat, pakai adat kita. Tidak perlu dengan cara barat itu, langsung saja rekonsiliasi dengan cara-cara damai yang merupakan kearifan lokal," tegasnya.

(Susi Fatimah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement