TEHERAN – Setelah menerima sistem pertahanan udara S-300, Iran dikabarkan akan kembali membeli senjata canggih dari Rusia. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Agen Ekspor Peralatan Militer Tentara Federal Rusia, Alexander Fomin, pada Selasa 26 April 2016.
Kedua negara telah membicarakan hal tersebut secara saksama dan mencapai kesepakatan. Meski begitu, Fomin tidak memberikan keterangan lebih jauh mengenai detail persenjataan maupun spesifikasi senjata canggih yang menarik minat Negeri Para Mullah.
“Yang pasti, kami tidak membahas sistem persenjataan ofensif (bersifat menyerang) yang dilarang PBB,” tegas dia, seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (27/4/2016).
Iran sebenarnya juga memproduksi senjata sendiri, antara lain, Misil Ghader, Nasr dan Fakour, radar pengintai Kasta, Hag dan misil pertahanan Rapier, serta misil jarak jauh Talaash-3.