DENPASAR - Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kerobokan, tidak lepas dari organisasi masyarakat (ormas). Setiap ada peristiwa yang rusuh di dalam penjara tersebut, selalu melibatkan anggota ormas terbesar di Bali.
Bahkan pada 17 Desember 2015 lalu, ada dua anggota ormas yang bentrok di dalam Lapas Kerobokan hingga dua orang narapidana tewas akibat luka tusukan.
(Baca juga: Sering Onar, Napi Asing di Lapas Kerobokan Dipindah)
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Sulistiono mengatakan, pihaknya ingin membersihkan Lapas Kerobokan dari ormas, namun kekuatan ormas tersebut itu ada di luar Lapas Kerobokan.
“Ormas di dalam ini ada hubungannya dengan di luar. Selain itu, kesulitanya untuk membersihkan mereka ini karena patah tumbuh hilang berganti. Saya kira harus mengakurkan ormas-ormas itu yang ada di luar sehingga tidak terbawa ke dalam,” paparnya di Denpasar, Rabu (27/4/2016).