"Ada banyak sekali tokoh dan itu saya diapresiasi dan mengucapkan terima kasih karena sepuluh nyawa itu tidak bisa diukur dengan uang. Terlebih kepada pemegang otritas di Filipina yang memberikan informasinya. Dan ada juga tokoh dari Mindanao Nur Misuari," ungkap Boy.
Lebih lanjut Boy menuturkan, adanya sejarah yang ditorehkan pemerintah Indonesia dengan membawa perdamaian di Filipina sangat membantu proses pembebasan 10 WNI yang ditawan oleh kelompok teroris Abu Sayyaf.
"Dan sekali lagi ini akan menjadi sejarah kita dan menjadi modal untuk keamanan WNI di Filipina atau warga negara lainnya," pungkas Boy.
(Susi Fatimah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.