"Apabila nanti Ahok benar-benar maju dan dinyatakan sah sebagai calon perseorangan, maka sebaiknya parpol-parpol yang memiliki kursi di DKI bersatu untuk mengusung calon tunggal melawan Ahok," tegasnya.
"Skema ini perlu diciptakan agar suara pemilih tidak terpecah, sehingga peluang calon yang diusung parpol untuk memenangkan Pilkada DKI semakin besar," sambung Nasef.
Apalagi dua Parpol, lanjut Nasef, sudah menyatakan dukungannya ke Ahok, maka pilihan yang rasional bagi parpol-parpol lainnya adalah dengan bergabung dan mengusung calon tunggal.
"Misalnya parpol-parpol sepakat mengusung Risma sebagai satu satunya calon melawan Ahok secara head to head, apabila itu terjadi, maka Pilkada DKI ini akan sangat sengit dan menarik. Dan kemungkinan Ahok bisa dikalahkan cukup besar," pungkasnya.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.