Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ibu Korban Pemerkosaan Gadis Manado Kecewa terhadap Pernyataan Polisi

Jefry Langi , Jurnalis-Selasa, 10 Mei 2016 |07:24 WIB
Ibu Korban Pemerkosaan Gadis Manado Kecewa terhadap Pernyataan Polisi
Ilustrasi. (dok.Okezone)
A
A
A

MANADO - Polda Sulawesi Utara (Sulut) menyatakan tidak ada pemerkosaan massal di wilayahnya hukumnya. Hal itu untuk menyikapi laporan seorang ibu yang mengaku anaknya dicabuli 19 pria.

Pernyataan Polda Sulut itu membuat ibu korban kecewa. Kekecewaan itu disampaikan di Ruangan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak.

Menurut ibu korban, saat laporan awal di Polresta Manado, korban telah divisum dan hasilnya tidak diberikan kepada keluarga. Namun keluarga mendapat informasi dari salah satu perawat bahwa pendarahan yang dialami korban akibat luka sobek pada selaput.

Hal itu membuat ibu korban yakin anaknya diperkosa. Bahkan ibu itu menyebut ada dua oknum polisi sebagai pelaku.

Sementara menurut versi polisi, pendarahan hebat yang dialami korban merupakan menstruasi dan korban tidak mau memakai celana dalam saat perjalanan pulang ke Manado. Demikian disampaikan Direskrimum Polda Sulut Kombes Pol Pitra Ratulangi.

[Baca Juga: Polda Sulut Sebut Gadis Manado Tak Diperkosa 19 Pria]

(Abu Sahma Pane)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement