Share

Harapan Penyintas Bom Atom Hiroshima kepada Obama

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Rabu 11 Mei 2016 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 11 18 1385466 harapan-penyintas-bom-atom-hiroshima-kepada-obama-yt3QrjlfP8.jpg Salah satu penyintas tragedi bom atom Hiroshima, Keiko Ogura (Foto: Brian Padden/VOA News)

HIROSHIMA – Rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ke Hiroshima, Jepang, mendapat beragam tanggapan. Beberapa penyintas dari tragedi bom atom Hiroshima pada 6 Agustus 1945 berharap Obama dapat secara resmi mengakui kerugian dan penderitaan yang disebabkan oleh penggunaan senjata nuklir AS di Jepang pada masa Perang Dunia II.

Kunjungan Obama pada penghujung Mei 2016 tersebut akan menjadi kunjungan Presiden AS pertama ke Hiroshima sejak Perang Dunia berakhir. Kunjungan tersebut diyakini dapat membantu pria berdarah Kenya itu dalam menyusun kebijakan terkait penggunaan senjata nuklir.

Beberapa penyintas (orang yang berhasil bertahan dari bencana) berharap mendapat permintaan maaf resmi. Namun, Gedung Putih sudah menampik kemungkinan permintaan maaf resmi. Beberapa penyintas lainnya berharap Obama mengekspresikan kesedihan dan mencari kemungkinan rekonsiliasi.

“Sebelum meninggal, saya ingin melihat wajah Presiden AS yang tengah menjabat. Saya tidak ingin permintaan maaf. Sebagai manusia biasa, saya ingin dia ketika berdiri bersama di tanah yang sama, berdoa bagi korban tewas,” ujar penyintas bernama Keiko Ogura, sebagaimana dilansir VOA News, Rabu (11/5/2016).

Ketika terjadi tragedi Hiroshima, Keiko baru berusia delapan tahun. Dia berada sejauh 2,5 kilometer dari titik pusat bom. Perempuan yang kini berusia 79 tahun ini ingat dirinya sempat sekelebat cahaya sebelum terjatuh ke tanah akibat efek ledakan.

“Ketika saya memperoleh kesadaran, semuanya sangat gelap. Saya tidak bisa melihat apa-apa dan keadaan sangat hening,” ungkapnya.

Tentara AS menjatuhkan bom atom pertama di dunia di Hiroshima, Jepang. Sedikitnya 140 ribu orang tewas akibat bom tersebut, termasuk sejumlah korban yang tewas tidak lama kemudian karena terpapar radiasi akut. Belum pernah ada Presiden AS yang mengunjungi Hiroshima ketika tengah memegang jabatan sepanjang sejarah.

(wab)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini