Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sebelum Menghadiri KTT Rusia-ASEAN, Jokowi Temui Putin

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Kamis, 12 Mei 2016 |16:33 WIB
Sebelum Menghadiri KTT Rusia-ASEAN, Jokowi Temui Putin
Presiden Indonesia Joko Widodo ketika bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela APEC (Foto: Mikhail Klimentyev/AFP)
A
A
A

JAKARTA – Usai kunjungan kerja ke Korea Selatan (Korsel), Presiden Joko Widodo dijadwalkan bertolak ke Sochi, Rusia, pada Rabu 18 Mei 2016. Jokowi berencana melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ini merupakan pertemuan bilateral pertama dalam hampir satu dekade terakhir antara Negeri Beruang Merah dengan Indonesia yang diadakan di Rusia.

Terakhir kali pemimpin kedua negara mengadakan pertemuan bilateral di Rusia pada 2006 ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkunjung ke Moskow. Kunjungan tersebut dibalas oleh Presiden Vladimir Putin ke Indonesia pada 2007.

Direktorat Jenderal Eropa Tengah dan Timur Kementerian Luar Negeri RI Wicaksono Adi mengatakan, dalam pertemuan bilateral tersebut ada beberapa isu yang dibahas yakni perekonomian, upaya perluasan pasar produk Indonesia di Rusia, peningkatan investasi Rusia di Indonesia, serta kerjasama pertahanan keamanan.

“Hasil yang ingin dicapai adalah kerjasama perjanjian MoU pertahanan, memerangi illegal fishing, dan kearsipan. MoU bidang pertahanan ini sifatnya umum, tidak spesifik hanya pada alutsista, tetapi juga pertukaran informasi, promosi SDM, dan angkatan bersenjata,” urai Wicaksono dalam press briefing di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2016).

Serupa dengan kunjungan ke Korsel, Presiden Jokowi juga akan membawa rombongan menteri dalam paket hemat. Selain ditemani Menteri Luar Negeri, presiden juga akan ditemani Menko Perekonomian, Menteri Perdagangan, Menteri Sekretaris Negara, Kepala BKPM, serta Menteri Kelautan dan Perikanan.

Ketika ditanya mengenai perjanjian pembelian pesawat Sukhoi Su-35 Rusia, Wicaksono hanya mengatakan kemungkinan perjanjian tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara kedua presiden. “Prosesnya masih berlangsung. Pengumuman mengenai hal itu bergantung proses,” tuturnya.

Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri telah menerima letter of credential dari Duta Besar Indonesia Mohamad Wahid Supriyadi. Grey Cardinal mengatakan kepada Wahid tidak sabar menantikan kunjungan Jokowi ke Rusia.

(Wikanto Arungbudoyo)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement