YOGYAKARTA – Gempa Yogya 10 tahun lalu, tak hanya menimbulkan ribuan korban jiwa, namun juga menyebabkan banyak bangunan, baik milik pribadi maupun pemerintah yang rusak.
Salah satu yang ikut hancur karena kekuatan alam tersebut adalah GOR Amongraga Yogyakarta. GOR termegah di Provinsi DI Yogyakarta ini menjadi salah satu bangunan public yang mengalami kerugian cukup fatal. Atapnya runtuh ke bawah yang kemudian membuat tembok dan tribun di sekelilingnya ikut ambruk ke tengah.
Praktis setelah gempa, GOR yang terletak di Jalan Cendana, Kota Yogyakarta ini tak lagi bisa digunakan untuk kegiatan apapun.
"Saat gempa memang rusak total, tidak bisa diperbaiki lagi. Bagian atapnya runtuh dan membuat bangunan sekelilingnya ambruk," kata Kepala Balai Pemuda dan Olahraga DIY, Edi Wahyudi, seperti dikutip dari KRjogja, Jumat (27/5/2016).
Berkat bantuan dana APBD dan APBN, Amongraga bangkit dan menjadi salah satu GOR yang memiliki fasilitas cukup baik di tingkat nasional. Bangunan megah dengan arsitektur yang menawan pun menjadi daya tarik tersendiri untuk menggelar event-event olahraga skala nasional.
Untuk dunia pendidikan, GOR ini juga memegang peran yang tak kalah penting. Try out ujian nasional dengan ribuan peserta atau gudang di salah satu sisi sebagai penyimpanan soal Ujian Nasional sebelum dibagikan selalu dilaksanakan di Amongraga setiap tahunnya.
10 tahun pascagempa 2006, GOR Amongraga bisa bangkit dan memegang peranan penting bagi pendidikan dan olahraga di DIY. Sungguh bukti bahwa Yogyakarta bangkit dan terus berbenah hingga kini, usai ambruk diguncang gempa 10 tahun lalu.
(Fransiskus Dasa Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.