PANGANDARAN – Tugu Tsunami di Pantai Madasari, Dusun Bulak Benda, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran tidak terawat. Padahal tugu dibangun sebagai symbol pengingat bencana tsunami 17 Juli 2006.
Rachmat (32) salah soeran warga setempat mengatakan, keberadaan tugu tersebut kumuh dan kusam. Bahkan di sekeliling tugu tumbuh rumput liar hingga tulisan pada prasasti tidak terbaca.
“Harusnya pemerintah daerah merawat dan memperhatikan tugu prasasti tsunami sebagai tanda sejarah untuk masyarakat yang berada di wilayah pantai,” kata Rachmat, Minggu (12/6/2016).
Rachmat juga berharap, Tugu Tsunami dikembangkan menjadi museum tsunami. Hal itu sebagai daya tarik wisata dan mengenang peristiwa tsunami.
“Pantai ini memiliki sejarah pahit yang sangat tragis, karena korban yang paling banyak di Pantai Madasari,” tambah Rachmat.
Ia menjelaskan, saat peristiwa tsunami, rumah penduduk di lokasi tersebut rata dengan tanah. Korban nyawa yang melayang hampir mencapai ratusan jiwa.
“Museum tsunami sangat dibutuhkan agar masyarakat sekitar selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana,” jelasnya.