CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur berencana segera mengajukan hak paten salah satu ikon dan fauna khas Cianjur, yakni ayam pelung. Pengajuan dilakukan untuk melindungi ikon khas dan produk unggulan lokal Cianjur. Selain ayam pelung, makanan geco (tauge taoco) pun akan dipatenkan sebagai salah satu hak atas kekayaan intelektual (HAKI) milik Cianjur.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur, Himam Haris, saat ditemui di kantornya, Jalan Aria Wiratanudatar, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Senin, 20 Juni 2016. Rencana itu, kata dia, jadi keinginan Bupati Cianjur agar setiap berbagai ikon dan produk unggulan lokal, baik makanan dan kerajinan tangan memiliki hak paten.
"Nanti ada beberapa poin yang rencananya dipatenkan selain Pandanwangi. Namun, kami akan melakukan identifikasi terlebih dahulu mana saja yang benar-benar perlu diajukan mendapat hak paten. Seperti geco, pak bupati maunya (geco) memiliki hak paten. Ayam pelung pun demikian," kata dia dilansir PR Online.
Dengan dipatenkan, kata Himam, produk unggulan lokal Cianjur akan menjadi ciri khas yang tak dapat diplagiat atau diakui oleh pihak lain. Begitupun ayam pelung, yang selama ini jadi ikon Cianjur. Selain itu, mematenkan produk unggulan akan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat Cianjur.
Kendati demikian, proses pengajuan paten memerlukan waktu yang panjang. Sebab perlu data pendukung terlebih dahulu. Mulai dari asal usul, latar belakang, hingga kajian dari pakar. Selain itu, lamanya proses identifikasi pun bergantung anggaran yang dikeluarkan. Sebab banyak tahapan yang harus dilalui untuk mengajukan hak paten.
"Seberapa lamanya tak bisa ditentukan, sebab sebelum diajukan, kami harus melakukan berbagai identifikasi. Semuanya bergantung anggaran, bisa 2-3 tahun, tetapi kami usahakan tahun depan pengajuan sudah masuk untuk mematenkan ayam pelung," ucapnya.
Ayam pelung sendiri adalah salah satu jenis ayam asli Indonesia asal Cianjur. Ayam ini memiliki keunggulan suara yang mengalun panjang dan merdu. Warna bulunya biasanya mengkilat dengan bobot mencapai 4-6 kilogram.
Himam menuturkan, pemkab berusaha semaksimal mungkin mewujudkan labelisasi resmi akan ikon dan produk unggulan Cianjur. Setelah ayam pelung, selanjutnya berkembang ke makanan dan kerajinan tangan yang akan dipatenkan, seperti kecapi suling dan tembang sunda Cianjuran. Saat ini, kata dia, tembang sunda Cianjuran pun sedang proses hak paten.
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.