Sementara, Wakil Direktur Departemen Meteorologi Malaysia (JMM) Sabah, Lim Ze Hui mengatakan, pembentukan awan itu adalah hal biasa efek monsun barat daya.
"Fenomena ini dijuluki 'Garis Badai' yang juga disertai angin kencang dan hujan lebat, munculnya awan seperti gelombang laut ini hanya sementara dan akan hilang dengan sendirinya garis Badai ini membawa angin kencang, hujan lebat dan ada kalanya disertai badai," ujarnya.
Lim mengimbau, warga Malysia harus berhenti menyebarluaskan isu-isu yang tidak jelas atau bukan pernyataan resmi dari pihak berwenang.
"Warga diimbau agar merujuk situs JMM untuk mendapatkan konfirmasi atau informasi resmi terkait perubahan cuaca dari waktu ke waktu," kata dia.
(Fransiskus Dasa Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.