WASHINGTON – Rusia menuduh kapal penghancur berpeluru kendali, USS Gravely, melakukan manuver berbahaya ke kapal fregat Yaroslav Mudry di Laut Mediterrania pada 17 Juni 2016. Kini ganti Amerika Serikat (AS) menuduh kapal Rusia sengaja melepas sinyal Angkatan Laut (AL) yang salah dan mengganggu pelayaran kapal induk USS Harry Truman.
(Baca juga: Kapal Penghancur AS Melakukan Manuver Berbahaya Dekat Kapal Rusia)
Juru Bicara Komando Misi Eropa AS Kapten Danny Hernandez menuduh kapal perang Rusia yakni Neustrashimy (FF 777) melakukan manuver maritim berbahaya dan tidak profesional yang dapat berakibat tabrakan hingga menimbulkan korban jiwa serta luka-luka. Sebelumnya, AS dan Rusia terlibat sejumlah insiden di laut serta udara internasional.
“Insiden terbaru dalam perseteruan di laut dan udara ini terjadi akibat manuver berbahaya yang dilakukan militer Rusia. Aksi tersebut bisa menimbulkan ketegangan di antara kedua negara,” papar Hernandez, seperti diwartakan Reuters, Kamis (30/6/2016).
Hernandez mengatakan, kapal Rusia memunculkan sinyal “bola-berlian-bola” vertikal di tiang kapal dalam jarak 2 mil laut dari kapal USS Gravely. Kombinasi bentuk geometris tersebut digunakan untuk mengindikasikan bahwa manuver sebuah kapal dibatasi.
Rusia menuduh Kapal milik Negeri Paman Sam itu bersilangan dengan jalur berlayar kapal milik Negeri Beruang Merah pada jarak berbahaya 180 meter dari haluan kapal. Namun, Hernandez justru menuduh Rusia yang melakukan manuver tersebut.
Melalui aksi itu, Hernandez menyebut kapal Rusia sengaja menampilkan sinyal maritim internasional palsu. Hasilnya, kapal penghancur berpeluru kendali USS Gravely menilai kapal fregat Yaroslav Mudry sengaja ingin mengganggu operasi kapal induk USS Harry Truman yang berjalan bersisian dengan USS Gravely.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.