MOJOKERTO - Memasuki akhir libur Lebaran 2016, kawasan wisata air panas Padusan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur diserbu pengunjung. Umumnya pengunjung berasal dari luar kota yang mudik ke Mojokerto dan Jombang.
Sejak dibuka pagi tadi, ribuan wisatawan hilir mudik keluar-masuk ke lokasi pemandian air panas Padusan Pacet yang terletak di lereng Gunung Welirang.
Ilham Awaluddin (19), seorang wisatawan asal Kota Surabaya mengaku, sengaja datang ke lokasi pemandian bersama keluarganya sejak pagi tadi, untuk menghindari kemacetan yang biasa terjadi saat libur Lebaran.
"Kemarin mudik ke Mojokerto, sekarang liburan bareng keluarga ke sini," ujarnya kepada Okezone, Sabtu (9/7/2016).
Karena datang lebih pagi, maka perjalanannya pun lancar.
Syaiful Arief, pengunjung laina asal Kecamatan Kesamben, Jombang juga mengaku sengaja datang untuk berlibur bersama keluarganya ke wisata air panas Padusan Pacet.
"Liburnya anak-anak tinggal hari ini dan besok, makanya saya ajak ke sini hari ini. Soalnya besok sudah persiapan untuk masuk sekolah," sambungnya.
Wisata air panas Padusan Pacet menjadi favorit warga di sana dalam menghabiskan liburan, sehingga saat musim libur kerap dipadati pengunjung. Selain kolam air panas, di tempat ini juga terdapat kolam air dingin dari sumber mata air.
Di sana juga ada air terjun Cuban Canggu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Tak hanya itu, di sepanjang jalur menuju lokasi wisata juga terdapat ratusan villa yang bisa digunakan sebagai tempat menginap.
Namun, warga mulai mengeluhkan mahalnya tiket masuk ke lokasi wisata itu. Menurut pengunjung, hal tersebut tidak sebanding dengan fasilitas yang ada di sana.
Bustomi (30) pengunjung asal Kota Mojokerto mengatakan, untuk bisa masuk ke kawasan wisata air panas Padusan Pacet, ia harus membayar dua kali agar bisa berwisata di sana.
"Menurut saya mahal, karena bayar dua kali. Bayar di pintu gerbang masuk kemudian membayar lagi di lokasi kolam renang," ujarnya.
Menurut Bustomi, untuk enam orang, harga tiket masuk di pintu gerbang perlintasan yang harus dibayar sebanyak Rp75 ribu. Dengan rincian harga Rp 12.500 per orang. Sedangkan untuk bisa masuk ke kolam renang, ia kembali harus membayar Rp10.000 ribu per orang.
"Totalnya Rp 22.500 per orang. Belum lagi parkir sepeda motornya Rp5.000," imbuhnya.
Menurutnya harga itu tak sebanding dengan fasilitas. Di sekitar kolam renang, fasilitas tempat duduk dan berteduh bagi pengunjung sangat minim. Para wisatawan terpaksa harus duduk beralaskan rumput dan rela berpanas-panasan karena minimnya tempat untuk bersantai.
"Selain itu, kolam air panasnya juga tidak begitu jernih. Seharusnya kalau mahal, fasilitasnya juga dilengkapi biar setara dengan uang yang dibayarkan," sambung Sheila pengunjung asal Kabupaten Mojokerto.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.