Menurut keterangan Kabag Ops Polres Kota Blitar Kompol Heru Nur Hidayat posisi api di bagian tengah pasar membuat petugas kesulitan melakukan pemadaman.
“Selain itu banyaknya pedagang yang berebut menyelamatkan barang barangnya juga menjadi kendala pemadaman,“ tambahnya.
Kerugian material diduga mencapai ratusan juta. Heru menegaskan bahwa fokus utama adalah melakukan pemadaman. Karenanya semuanya dikerahkan. Pemadaman juga mendapat bantuan masyarakat sekitar yang bergotong royong saling bahu membahu. “Yang terpenting api harus padam dulu. Masalah yang lain-lain akan kita lakukan pengembangan selanjutnya,“ pungkasnya.
Pasar tradisional yang berdiri di era Walikota Jarot Saiful Hidayat ini berada di wilayah Kecamatan Kepanjen Kidul. Pasar ini merupakan yang terbesar dengan posisi bersebelahan dekat dengan permukiman warga. Hingga berita ditulis api belum padam. Kendati demikian, informasinya kobaran api berangsur angsur mengecil.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.