AMERIKA - Demam Pokemon Go masih belum berakhir, bahkan semakin merajalela setelah perusahaan pembuatnya resmi meluncurkan game buatan Nintendo tersebut ke 26 negara di Eropa dan Asia. Belum dua pekan game itu dirilis, jumlah pemainnya di AS sudah mencapai 20 juta orang.
Pokemon Go yang mengharuskan pemainnya aktif bergerak itu bukan hanya menyihir kalangan muda. Para warga senior seperti Hillary Clinton pun ikut terkena wabah Pokemon Go.
Seperti dilaporkan AP yang dikutip Yahoo News, Senin 18 Juli 2017, dalam pertemuan dengan tim sukarelawannya di kota Lakewood, Cleveland, Clinton dengan nada bercanda, mengatakan bahwa Hillary Clinton ingin para relawan mudanya untuk mengembangkan "Pokemon Go Ikut Pemilu".
Clnton memang saat ini sedang sibuk-sibuknya mengurusi pemilu karena dia adalah capres dari Partai Demokrat yang pada November mendatang akan bertarung melawan capres Donald Trump dari Partai Republik. Mantan ibu negara di era Bill Clinton itu ingin memastikan para anak muda AS menggunakan hak pilih mereka dalam pesta demokrasi terbesar di dunia tersebut tahun ini.
Oleh karena itu, Clinton yang tahu anak muda sekarang sedang terkena demam Pokemon Go menantang para relawannya untuk membuat game tersebut bisa menarik minat warag AS untuk menggunakan hak pilih mereka. Meski tantangan tersebut dilontarkan Clinton kepada relawannya dalam konteks bercanda, mereka ternyata menanggapi itu dengan serius.
Para relawan muda Clinton pun berpikir keras untuk mewujudkan tantangan tersebut. "Banyak orang kini terobsesi dengan Pokemon Go. Jadi, mengapa kita tida mengunakan itu untuk membantu Clinton memenangi pemilihan umum di Ohio," ujar Tim Holman (19) yang telah menjadi anggota relawan Clinton sejak tahun lalu.
Tim Holman dan relawan lainnya pun memutuskan untuk menggelar kegiatan perburuan Pokemon di Taman Madison yang lokasinya berseberangan dengan Gereja Lutheran Grace. Kedua tempat ini dinilai sangat strategis karena kedua tempat publik tersebut adalah PokéStops, tempat para pemain Pokemon bisa mengambil Pokéballs yang digunakan untuk menangkap Pokemon. Selain itu, di PokeStop di Gereja Grace dan Taman Madison, para pemain Pokemon Go juga bisa membeli sejumlah benda berguna lainnya untuk menangkap Pokemon.
Tim relawan Clinton pun melakukan sejumlah kampanye untuk menarik perhatian para pemain Pokemon Go mengunjungi tempat kampanye mereka dengan menyebutkan bahwa di dua lokasi tersebut ditemukan banyak pokemon unik, seperti Meowth, Weedle, dan Eevee. "Kampanye kami berhasil. Banyak anak muda datang ke Taman Madison dan Gereja Grace karena di dua tempat ini banyak Pokemon," ujar Holman.
Dengan banyaknya anak muda mendatangi lokasi tim relawan di dua tempat publik tersebut, hal ini memudahkan para relawan Clinton untuk mengedukasi para pemilih muda agar menggunakan hak pilih mereka pada pemilu mendatang.
Baru lima belas menit acara perburuan Pokemon dimulai di dua tempat itu, kata Holman, pihaknya berhasil meyakinkan dua pemain Pokemon, Jonny Latsko (18) dan kakaknya, Ellen (21) untuk ikut pemilu pada November mendatang.
Kedua kakak beradik tersebut mengaku skeptis dengan politik, tetapi acara perburuan Pokemon yang digelar relawan Clinton, kata Jonny, sangat kreatif. Mereka pun berencana akan memilih Clinton pada pemilu November nanti.
Selain Clinton, tim kampanye Dobald Trump juga menggunakan Pokemon Go untuk menarik perhatian massa. Namun, Trump menggunakan itu untuk meledek Clinton. Dalam hal ini, Trump membuat iklan bertema Pokemon untuk menyerang Clinton. Dalam iklan yang beredar secara daring tersebut tampak wajah Clinton terlukis di Pokeball dibarengi dengan tulisan "Hillary Pembohong".
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.