"Kalau Bu Risma, Pak Ganjar, itu masuk ke klaster kedua, mereka yang merupakan kader partai yang tidak mendaftar, tapi PDIP kan punya catatan tentang mereka dan memperhatikan dukungan masyarakat terhadap mereka," jelas Andreas.
Sementara klaster ketiga yaitu tokoh-tokoh yang bukan kader PDIP dan tak mendaftar saat penjaringan. Andreas menyebut nama Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Komjen Budi Waseso.
"Nah, klaster ketiga adalah bukan kader dan tidak mendaftar, tapi dinamika di masyarakat yang memberikan dukungan kepada mereka sehingga ketika dibutuhkan kita akan bicara dengan mereka," papar Andreas.
Menurut Andreas, partainya masih akan menggodok mana yang harus diprioritaskan. Namun menurutnya, partainya akan terlebih dahulu mempertimbangkan kader partai terlebih dahulu.
"Tentu PDIP akan mempertimbangkan kader partai yang sejalan, seideologis dan kalau bukan kader dia harus mempunyai memahami ideologis dengan partai sehingga ke depan bisa menjalankan program partai di pemerintahan di DKI," pungkasnya.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.