BALI - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mendapat penghargaan sebagai Pemimpin Teladan Demokrasi dari Sukarno Center. Hal tersebut diberikan di Istana Mancawarna Tampaksiring, Gianyar Provinsi Bali, Jumat (22/7/2016).
Penghargaan diberikan oleh Dewan Pembina The Sukarno Center, Sukmawati Soekarnoputri. Selain itu, Presiden The Sukarno Center yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna juga menyerahkan tongkat Dwi Ananta pada Bupati Dedi.
Dalam keterangannya, Shri I Gusti Ngurah Arya mengatakan dari ratusan kabupaten di Pulau Jawa, Dedi hadir sebagai sosok yang berbeda. Meski kerap mengundang kontroversi demi membela nama leluhur, menurutnya Dedi konsisten membangun Purwakarta dengan nilai-nilai leluhur budaya Sunda.
"Kami mempersembahkan penghargaan bidang budaya, perlindungan hak minoritas, terhadap masyarakat adat, masyarakat agama lokal dan untuk tetap menjaga ke-Bhinekaan melalui pembangunan dengan semangat nilai-nilai budaya leluhur di alam demokrasi," ujar Shri I Gusti Ngurah Arya.
Sebagai warga Bali, ia meyakini bahwa tanah Jawa dan Pasundan bersaudara, ibarat anak dan orang tua. Sehingga, keduanya akan selalu menjaga tanah leluhur.
Shri pun takjub mendengar kabar Dedi membangun patung pewayangan, tokoh Sunda, hingga tokoh bangsa namun ditentang dan diprotes banyak pihak.
"Saya banyak terinspirasi oleh Kang Dedi karena konsisten membangun daerahnya dengan nilai-nilai Sunda dalam alam demokrasi Indonesia. Kehadiran Kang Dedi sebagai tokoh bangsa, tokoh Jawa Barat agar beri teladan untuk maju bergerak dalam gerbong nasionalisme, gerbong revolusioner," ujarnya.
Sukmawati Soekarnoputri menambahkan, apa yang dikatakan Dedi yang menyebut nilai-nilai leluhur ke-Sundaan sebagai dasar dalam membangun, merupakan bagian penting ke-Bhinekaan.
"Apa yang dikatakan Kang Dedi betul sekali, beliau sangat menghayati dan mendalami betul serta amalkan seorang kader Pancasilais," ujar putri proklamator Indonesia, Soekarno.
"Nasionalisme dan Pancasila mencakup nilai-nilai yang diwariskan tanah leluhur dan mengamalkan itu berarti mengamalkan Pancasila," imbuhnya seraya berharap ke depan bisa lahir pemimpin-pemimpin seperti Dedi yang menjadikan nilai leluhur dalam membangun pemerintahan.
Mendapat penghargaan, Dedi pun mengucapkan terima kasih pada masyarakat Bali. Penghargaan tersebut akan dijadikan motivasi dalam membangun dengan falsafah nilai-nilai budaya Sunda.
"Terima kasih atas ini, yang merupakan bagian dari menghormati leluhur kami dalam kelola sistem pembangunan dengan sistem demokrasi. Sebuah penghargaan yang tidak ada di tanah kami sendiri," ujar Dedi.
Dedi mengatakan, nilai-nilai leluhur sebagai spirit membangun Purwakarta akan jadi spirit fundamental masyarakat. Ia mengapresiasi kepada The Sukarno Center yang memberi kekuatan motivasi bangun negeri dengan jati diri bangsa.
Sekadar diketahui, penghargaan ini baru dua kali diberikan pada tokoh di negeri ini. Pertama kepada Presiden RI Joko Widodo saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.