Share

Warga Solo Tolak Eksekusi Mati Merry Utami

Bramantyo, Okezone · Kamis 28 Juli 2016 22:35 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 28 512 1449520 warga-solo-tolak-eksekusi-mati-merry-utami-0f0yqwCga3.jpg Ilustrasi (Okezone)

SOLO – Terpidana mati kasus narkoba, Merry Utami (42) tengah malam nanti dikabarkan akan berhadapan dengan para algojo. Eksekusi mati tahap III itu pun mendapatkan protes dari warga Kota Solo, Jawa Tengah.

Aksi keprihatinan itu dilakukan oleh Jaringan Soloraya di Bundaran Gladak, Solo, dengan cara menutup mulut sebagai simbol protes belum adilnya hukum bagi kalangan tertentu. Mereka tidak berorasi.

Merry ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, karena kedapatan membawa 1,1 kilogram heroin. Ia diseret ke meja hijau dan dijatuhi vonis mati di Pengadilan Negeri Tangerang pada 2003.

"Kita dukung pemberantasan narkoba. Namun sangat menentang solusi hukuman mati," Koordinator aksi Jaringan Soloraya, Endang Lestiyani jelasnya di Solo Jawa Tengah, Kamis (28/7/2016).

Endang mengatakan, Merri hanyalah satu korban dalam kasus perdagangan manusia. Merri yang jadi TKW diduga dijebak sindikat narkoba internasional.

"Kita berharap pemerintah (Jokowi) bisa mengkaji ulang dan mengabulkan grasi yang dilakukan. Merry itu bukan gembong narkoba, dia hanya korban mafia," pungkasnya.

 

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini