TOKYO – Hubungan Jepang dan China memanas setelah pada awal Agustus 2016 Negeri Tirai Bambu memasang radar dan kamera pemantau di kilang minyaknya yang berada di Laut China Timur (LCT). Negeri Sakura telah memprotes pemasangan tersebut melalui jalur diplomasi.
Kali ini China kembali mengasapi Jepang dengan mengirim 14 kapalnya ke wilayah sengketa Laut China Timur sepanjang akhir pekan lalu. Tokyo dan Beijing diketahui terlibat sengketa perebutan Pulau Senkaku (Jepang) atau Diaoyu (China).
Seperti dimuat Reuters, Senin (8/8/2016), Jepang melalui Kepala Kabinet Yoshihide Suga mendesak tetangganya itu berhenti melakukan provokasi. Suga terus meminta sang tetangga tidak menaikkan ketegangan di kawasan Laut China Timur.
Pada Minggu 7 Agustus 2016, kapal-kapal coast guard dan pemerintah memasuki area sengketa di kepulauan yang tidak berpenghuni tersebut. Aksi penetrasi tersebut seakan tidak mengindahkan protes-protes yang dilancarkan Jepang dalam beberapa pekan terakhir.
Sepanjang semester I-2016, ratusan kali pesawat tempur Jepang harus berakrobat sedemikian rupa untuk menghalau pesawat tempur China di atas perairan Laut China Timur. Aksi tersebut dilakukan karena Jepang menilai aktivitas militer China di kawasan itu meningkat.
(Baca juga: Jepang: Aktivitas Militer di Laut China Timur Meningkat)
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.