Terpisah, manajer jasa pengiriman Titipan Kilat (TIKI) Yulia menjelaskan, saat bandara ditutup, pihaknya tidak melakukan pengiriman sama sekali, bahkan barang-barang yang mau dikirim harus tertumpuk di daerah masing-masing seperti Makassar, Manado, Jakarta dan Surabaya.
"Untuk alternatif lain kami tidak menggunakannya, kami tetap menunggu hingga bandara dibuka dan melakukan pengiriman," katanya.
Selain itu, pihaknya tidak mau mengambil risiko untuk melakukan pengiriman, sebab takutnya jangan sampai ada barang dari pelanggan yang mengalami kerusakan.
"Jadi, kami tetap menunggu hingga bandara dibuka, bahkan barang-barang kami yang di bandara sudah kami tarik kembali menyangkut masalah keamanan barang, sehingga dalam kondisi itu sangat berpengaruh terhadap pengiriman, bahkan untuk pengiriman kami mengalami penurunan sebanyak 50 persen," katanya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.