Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berkas Lengkap, Kasus Pembunuhan Petugas Pajak di Nias Segera Disidangkan

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Rabu, 10 Agustus 2016 |21:26 WIB
Berkas Lengkap, Kasus Pembunuhan Petugas Pajak di Nias Segera Disidangkan
Ilustrasi
A
A
A

MEDAN - Kejaksaan Negeri Gunung Sitoli telah menerima lengkap berkas kasus pembunuhan terhadap petugas Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sibolga, Parada Toga Fransriano Siahaan dan Sozanolo Lase, yang terjadi pada 12 April 2016 lalu. Kasus yang menyeret lima orang tersangka itu pun bakal segera disidangkan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Bobbi Sandri menyebutkan, setelah menjalani proses sekira 118 hari, penyidik dari Polres Nias akhirnya bisa merampungkan berkas kasus tersebut.

Sebelum berkas dinyatakan lengkap, tim JPU Kejari Gunung Sitoli sudah melakukan proses penelitian berkas dan telah diundang penyidik untuk menyaksikan rekonstruksi ulang proses pembunuhan.

Lima tersangka dalam kasus itu, yakni Agusman Lahagu alias Ama Tety Lahagu, Anali Zalukhu alias Ama Ana, Desama Lahagu alias Ama Dedi, Marwan Gulo alias Ama Rama, dan Bedali Lahagu alias Ama Yusuf, juga telah dilimpahkan ke Kejaksaan.

"Lima tersangka bersama 22 item barang bukti pada kasus itu sudah dilimpahkan Polisi ke Kejaksaan Negeri Gunung Sitoli," ujar Bobbi, Rabu (10/8/2016).

Setelah dilimpahkan, kata Dodi, Kejaksaan Negeri Gunung Sitoli akan segera menyusun surat dakwaan dan menunjuk tim Jaksa Penuntut Umum dalam perkara tersebut.

"Dalam beberapa hari ini berkasnya juga akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Gunung Sitoli untuk disidangkan," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, petugas pajak Parada Toga Fransriano Siahaan bersama Sozanolo Lase diduga dibunuh saat menjalankan tugas mereka menagih tunggakkan pajak dari Agusman Lahagu yang mencapai Rp14 Miliar. Mereka diduga dibunuh oleh Agusman Lahagu bersama empat orang anak buahnya yang tak mau membayar pajak.

Kasus ini sendiri sempat menjadi perhatian publik, karena menjadi kasus pembunuhan pertama terhadap petugas pajak di Indonesia. Apalagi saat kasus ini bergulir, pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo tengah gencar-gencarnya melakukan penagihan pajak.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement