Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jasa Usir Wanita Simpanan Laris Manis di China

Agregasi Majalah Popular , Jurnalis-Jum'at, 12 Agustus 2016 |16:54 WIB
Jasa Usir Wanita Simpanan Laris Manis di China
Ilustrasi
A
A
A

CHINA - Maraknya perselingkuhan membuat jasa usir wanita simpanan banyak diminati di China. Salah satu perusahaan yang menyediakan jasa tersebut, Weiqing International Marriage Hospital Emotion Clinic Group, telah memulai usaha ini sejak 2001. Perusahaan ini sudah tersebar di 59 kota di China.

Direktur Weiqing, Shu Xin mengatakan, kesuksesan yang didapat adalah buah dari riset dan perencanaan yang akurat untuk hasil yang maksimal.

Dikutip dari Popular, jasa usir wanita ini mula-mula akan mengajari para istri cara menyelamatkan pernikahan mereka. Lalu para agen yang bekerja di sana akan beraksi dengan menyusup ke dalam kehidupan wanita simpanan. Dimulai dari pura-pura jadi teman dan berusaha mematahkan hubungan pasangan selingkuh tersebut.

Selain itu, ada tim investigasi dibentuk yang terdiri dari psikoterapis dan pengacara, mereka menganalisis target mulai dari teman-teman, keluarga, pendidikan dan pekerjaan.

“Kami menentukan tipe wanita simpanan tersebut. Apakah ia melakukannya karena uang, cinta, atau seks, baru kami bikin perencanaannya,” kata Shu.

Setelah semua jelas, maka konselor (sebutan agen Weiqing) akan beraksi dengan mengenal baik wanita simpanan dan berusaha mematahkan perasaan yang ada. Tetapi konselor itu sendiri tak melulu mengurangi perasaan target.

Terkadang mereka menolong para selingkuhan mencari pasangan baru atau pekerjaan baru di kota lain.

Salah satu perusahaan sejenis bernama Reunion Company, berani memasang angka kesuksesan untuk jasa ini hingga 90 persen. Namun, untuk mendapatkannya semua penyewa harus merogoh kocek dalam-dalam, pasalnya harga yang dipatok untuk jasa ini bisa mencapai Rp 600 juta.

(Fransiskus Dasa Saputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement