nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahkamah Arbitrase Internasional Tak Berwenang Putuskan Perkara Maritim

Silviana Dharma, Jurnalis · Senin 22 Agustus 2016 14:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 08 22 18 1469969 mahkamah-arbitrase-internasional-tak-berwenang-putuskan-perkara-maritim-fIXSMyb1ze.jpg Simposium Internasional Asia 2016 tentang isu-isu maritim dunia. (Foto: Silviana D/Okezone)

JAKARTA – Mahkamah arbitrase internasional (PCA) di Den Haag, Belanda sebenarnya bukan pengadilan yang tepat untuk memutuskan perkara kedaulatan wilayah maritim negara-negara di dunia. Pasalnya, mereka tidak punya hakim-hakim yang cukup apalagi paham betul untuk memeriksa perkara semacam ini, termasuk konflik Laut China Selatan.

Hakim ITLOS Park Jun-hyik dalam Simposium Internasional Asia 2016 di Shangri-La, hari ini menegaskan, PBB telah meresmikan sebuah hukum kelautan internasional, yaitu UNCLOS. Dalam hukum itu yang diberi kewenangan untuk mengadili perkara kelautan internasional adalah International Tribunal for The Law of the Sea (ITLOS).

“Selain kami, tidak ada pengadilan lain yang berwenang untuk itu. Sayangnya, kami tidak terlalu menikmati hak ini karena banyak yang mengambil jalur hukum lain," ujar Jun-hyik, Senin (22/8/2016).

Seperti diketahui, Filipina telah mengajukan perkara di Laut China Selatan kepada PCA. Pengadilan arbitrase itu juga sudah mengeluarkan putusannya setebal 501 halaman pada 12 Juli lalu. Hasil pemeriksaan mematahkan klaim Tiongkok atas kawasan perairan yang juga diperebutkan oleh Brunei, Vietnam, Malaysia dan Taiwan itu.

Simposium Internasional Asia 2016 diselenggarakan oleh Pusat Studi Asia Tenggara (CSEAS). Mengusung tema besar "Isu Keamanan Maritim Kontemporer di Kawasan Asia: Tantangan dan Peluang untuk Perdamaian, Stabilitas dan Keberlanjutan", para pakar kemaritiman berdiskusi hingga Selasa, 23 Agustus tentang berbagai isu maritim antarnegara.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini