MEDAN - Kepolisian Daerah Sumatera Utara memastikan pelaku percobaan bom bunuh diri di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Kota Medan, bukanlah anggota jaringan teroris.
Kasubdit Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, untuk merakit bom tersebut, pelaku Ivan Armadi Hasugian (18) mengambil informasi dari internet.
"Sampai saat ini keterangan tersangka masih berbelit-belit. Dia tidak ada masuk jaringan atau kelompok. Dia hanya main tunggal," jelas Nainggolan, Selasa (30/8/2016).
(Baca: Percobaan Bom di Medan, Bukti Gerakan Teror Sudah Melebar)
Namun saat ditanya dari mana mendapat bahan untuk merakit bom tersebut, pelaku Ivan belum bisa memberikan jawaban.
"Pertanyaan belum sampai di mana dia mendapatkan atau membeli bahan tersebut. Masih didalami Polresta Medan," tegas Nainggolan.
Sebelumnya, percobaan bom bunuh diri terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansyur, Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu 28 Agustus 2016.
Akibat insiden tersebut, Pastur Albret S Pandingan mengalami luka ringan di lengan kiri akibat luka bacok. Sedangkan terduga pelaku bernama Ivan Armadi Hasugian (18) masih diperiksa kepolisian.
(Fiddy Anggriawan )