Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Habisi 2.400 Nyawa, Duterte Bersumpah Tumpas Gembong Narkoba

Ahmad Taufik , Jurnalis-Senin, 05 September 2016 |19:14 WIB
Habisi 2.400 Nyawa, Duterte Bersumpah Tumpas Gembong Narkoba
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Foto: Reuters)
A
A
A

MANILA – Setelah 2.400 gembong narkoba tewas, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan akan ada lebih banyak lagi orang yang akan terbunuh. Ribuan gembong narkoba tersebut tewas sejak Duterte menjabat sebagai presiden dua bulan lalu.

"Banyak orang yang akan terbunuh sampai para gembong narkoba terakhir disingkirkan dari jalanan. Hingga pengelola pabrik narkoba (terakhir) dibunuh, kita akan terus melanjutkannya,” ujar Duterte, sebagaimana dilansir Reuters (5/9/2016).   

Petugas kepolisian mengatakan sekira 900 orang tewas dalam operasi pihak polisi. Sementara korban lainnya meninggal saat tengah dilakukan investigasi. Menurut aktivis HAM, tindakan Duterte merupakan bentuk main hakim sendiri dan pembunuhan di luar hukum.

Pernyataan Duterte tersebut bertepatan dengan pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat (AS)Barack Obama pada pertemuan puncak di Laos pada Selasa 6 Agustus. Sebelum bertemu Obama, Duterte telah menegaskan bahwa ia tidak akan menerima kicauan Obama yang berkaitan dengan Hak Asasi Manusia (HAM).

Saat ditanya tentang pertemuannya dengan Obama, Duterte mengatakan, "Saya adalah seorang presiden dari sebuah negara yang berdaulat dan kami telah lama berhenti menjadi koloni." Sebelum ini, Presiden Duterte telah berjanji akan menekan tindak kejahatan dan memberangus peredaran narkoba dan obat terlarang lainnya dari bumi Filipina.

(Ahmad Taufik )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement