BELGRADE – Petugas informasi bandara Belgrade Nikola Tesla di Serbia melakukan kekeliruan dengan menyebut tujuan penerbangan ke Israel sebagai Palestina. Pengumuman tersebut lantas diprotes oleh penumpang asal Israel yang menggunakan jasa maskapai penerbangan Air Serbia untuk kembali ke negaranya.
“Saya tidak bisa mempercayai pendengaran saya. Awalnya, saya pikir saya salah dengar, jadi saya bertanya ke penumpang lain, benarkah penerbangan ini dibilang menuju ke Palestina. Mereka bilang, ya, saya tidak salah dengar,” ujar seorang penumpang asal Israel, seperti dilansir dari Al Araby, Rabu (7/9/2016).
Salah seorang penumpang mengaku mendebatkan pengumuman itu ke petugas di bandara. Ketika kemarahan si penumpang tak dapat diredakan, petugas kedua datang dan menjelaskan kalau penerbangan di terminal C3 itu ditujukan ke Tel Aviv, bukan ke Israel.
Penjelasan itu pun semakin membingungkan dirinya. Dihantui rasa penasaran, penumpang Israel yang kesal ini mendatangi loket penerbangan Air Serbia untuk mengonfirmasi tujuan penerbangan yang sudah dia pesan.
“Saya mendatangi loket perusahaan (penerbangan tersebut), didampingi seorang pria asal Rosh Pina. Dia juga mau ke Israel. Kami minta ke petugas di loket untuk mengumumkan sekali lagi kalau penerbangan (ke Tel Aviv) itu adalah ke Israel bukan Palestina,” tukasnya.
Akan tetapi, si petugas loket bandara juga menjawab hal yang sama dengan rekan dia sebelumnya. Penerbangan itu akan ditujukan ke Tel Aviv, Palestina bukan Israel.
Akibatnya, sebagian penumpang Israel yang marah menolak untuk naik ke pesawat sebelum disiarkan pengumuman ketiga jika Tel Aviv itu di Israel, bukan wilayahnya Palestina. Meskipun, ada juga penumpang yang tak mau ambil pusing dengan kesalahan penyebutan itu dan tetap naik pada waktunya.