Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nenek Siti Menunggu Selama 101 Tahun untuk Berhaji

Muhammad Saifullah , Jurnalis-Kamis, 08 September 2016 |14:13 WIB
Nenek Siti Menunggu Selama 101 Tahun untuk Berhaji
Nenek Siti jamaah Haji dengan usia 101 tahun bersama wartawan Okezone (Foto : Okezone)
A
A
A

MAKKAH – Usia bukanlah penghalang bagi seorang Muslim untuk memenuhi panggilan berhaji ke Tanah Suci. Siti binti Mian buktinya, Allah SWT baru memberi kesempatan perempuan asal Cilandak, Jakarta Selatan, itu berangkat haji di usia yang sudah menapak satu abad lebih.

Tasbih kecil seolah tak pernah lepas dari jemari tangannya. Meski tamu datang silih berganti ke kamarnya di Hotel Burj al Ihsan, Aziziah, Makkah, bola-bola itu tak pernah berhenti berputar di jemari Nenek Siti sambil diiringi bacaan salawat dan pujian-pujian kepada Allah SWT. Mulutnya baru berhenti bertasbih kala menjawab pertanyaan lawan bicaranya.

Wajahnya masih terbilang segar untuk ukuran manusia berusia satu abad lebih. Jilbab putih yang dipakai semakin menambah resik aura mukanya. “Sekali,” jawabnya singkat ketika ditanya sudah berapa banyak melihat Kakbah sembari mengacungkan jari telunjuknya ke arah depan.

Pendengarannya masih cukup bagus, namun memerlukan kesabaran untuk berbincang dengan Nenek Siti karena perbedaan bahasa serta pemahaman antargenerasi. “Kagak capek muter-muter Kakbah, Nek?” Dia hanya menggelengkan kepala. “Kan didorong (kursi rodanya) ama anak, anak yang capek,” ucapnya disambut tawa beberapa ibu-ibu di kamarnya.

Logat Betawi Nenek Siti memang terasa begitu kental saat menerangkan kondisinya. Termasuk, cerita dia di kala muda saat bekerja sebagai tukang masak keliling, membantu orang-orang yang punya hajatan. “Kadang ampe tiga hari kagak pulang,” tuturnya lantas terkekeh. “Kagak dicariin suami, Nyak?” Dia hanya menjawab dengan isyarat geleng kepala.

Nenek Siti lantas bercerita tentang lima anak lelaki dan dua anak perempuannya. Dari mereka, kini Siti dikarunia banyak cucu. “Ada yang ampat, dua.” “Total berapa cucunya, Nek?” “Banyak,” jawabnya tanpa memerinci jumlahnya.

Kemarin Nenek Siti mendapat tamu istimewa. Siapa sangka amirul haj Lukman Hakim Saifuddin menyempatkan diri menjenguknya. “Namanya siapa?” tanya Lukman yang kemudian dijawab tegas: Siti.

“Apa kabar, Nek?” kata Lukman. Nenek Siti menjawab, “Baik. Alhamdulillah di sini makan enak dan minum enak,” tuturnya.

“Sudah keliling Kakbah berapa kali?” kata Lukman. Nenek Siti tegas menjawab, “Sudah tapi enggak ngitungin kita mah.” “Sai sudah?” tanya Lukman lagi, dan dijawab: Sudah.

Kepada amirul haj, Siti menyampaikan harapannya agar dirinya, Menag, dan seluruh jamaah haji Indonesia tetap dalam keadaaan sehat. “Semoga sehat semuanya ya,” ujar Siti melangitkan harapan.

Siti tergabung dalam kloter Jakarta-Pondok Gede dan tiba di Arab Saudi pada Jumat 19 Agustus 2016. Sebelum beribadah di Makkah, dia sempat menjalani ibadah Arbain di Madinah.

Siti berangkat haji bersama anak lelakinya, Tanih, serta sang menantu, Tia. Ini adalah kesempatan hajinya yang pertama setelah menunggu bertahun-tahun.

"Ngelihat masih jelas, kuping masih dengar. Jalan agak pelan. Berdiri juga masih bisa," ujar Siti saat diwawancarai Tim Media Center.

Yah, walau berusia 101 tahun, Siti masih dalam kondisi prima. Gelang yang dipakainya berwarna hijau, artinya Siti tak termasuk jamaah yang berisiko tinggi.

Siti kini sedang bersiap menjalani wukuf di Arafah. Bersama keluarganya, dia akan berangkat ke Arafah pada 10 September untuk wukuf sehari, kemudian ke Muzdalifah dan melontar jumrah di Mina. “Doain nenek ya,” ujar Siti saat kami berpamitan pulang.

“Doakan kami juga, Nek.”

(Ulung Tranggana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement