JAKARTA – Penumpang pesawat Sriwijaya Air bernama Binahar Siahaan terkejut usai tas koper miliknya dibobol maling. Kala itu, ia terbang dari bandara Silangit, Tapanuli Utara, menggunakan pesawat bernomor penerbangan SSJ 889 sekira pukul 10.00 WIB dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada pukul 12.00 WIB, Selasa 27 September 2016.
Akibatnya, VCD serta koleksi batu akik miliknya hilang. Binahar pun melaporkan kejadian ini kepada security Sriwijaya Air. Terkait hal tersebut, Humas Angkasa Pura (AP) II Bandara Soetta, Dewandono Prasetyo mengatakan pihaknya sudah melakukan penambahan CCTV di tiap titik lokasi bagasi.
“Kami sudah melakukan penambahan CCTV, dan juga hanya ada satu pintu untuk karyawan keluar masuk dan dilakukan pemeriksaan secara ketat,” ujar Dewandoro, Rabu (28/9/2016).
Dikatakan Dewandono, kasus ini baru disadari penumpang ketika sampai tujuan. Padahal bisa saja pembobolan tas itu dilakukan dari tempat awal penumpang berangkat dan baru mengetahuinya setelah tiba di Bandara Soetta.
“Memang banyak kemungkinan yang terjadi ketika kasus pembobolan tas, dan bisa saja tas itu sudah dibobol ketika berada di bandara awal. Kemudian sampai di Soetta baru sadar kalau tasnya terbuka. Ketika itu yang disalahkan pihak Bandara Soekarno Hatta,” sambungnya.
Meski demikian, Dewandoro memastikan jika pihaknya selalu berkoordinasi dengan maskapai penerbangan. Selain itu, ia menyebut selalu memberikan tindakan tegas berupa pemecatan bagi pegawainya yang melakukan kejahatan.
“Karena bagi kami orang yang sudah membuat malu tidak perlu diperpanjang kontraknya. Kalau untuk di Bandara Soetta sendiri sistem pemeriksaan terhadap karyawan sangat ketat,” tandasnya. (Sym)
(Fransiskus Dasa Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.