MEXICO CITY - Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia khususnya masyarakat Jawa sejak lama. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009.
Namun seiring dengan perkembangan zaman, saat ini teknik membatik tidak hanya digunakan padapakaian saja, tetapi juga dalam teknik melukis. Seperti yang dilakukan oleh Llany Arias Medellin, seorang Warga Negara Meksiko yang merupakan mantan penerima beasiswa Darmasiswa Indonesia yang tengah merintis karier sebagai pelukis dengan teknik membatik.
Foto: Eti Kurnaeti
Untuk mewujudkan ambisinya Llany Arias Medellin mengadakan pameran 20 karya lukis dengan menggunakan teknik membatik di Museum Ilmu Pengetahuan dan Seni (Museo Universitario de Ciencias y Arte) Universitas UNAM (Universidad Nacional Autónoma de México) di Mexico City. UNAM merupakan salah satu universitas tertua dan terbesar di Meksiko.
Pameran lukisan yang bertajuk “Suspiros” ini merupakan salah satu kegiatan dalam Festival de las Culturas del Mundo (Festival Budaya Mancanegara) 2016 di UNAM yang diselenggarakan dari tanggal 28 September hingga 5 Oktober 2016.