JAKARTA - Korban penipuan berkedok mahar Dimas Kanjeng ditengarai mengalami krisis identitas. Sosiolog, Sigit Rochadi menilai orang yang mengalami distergrasi adalah orang-orang yang merasa kehilangan identitas.
“Ini mirip sama dengan korban Dimas Kanjeng,” ujar Sigit di kantor Okezone, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (4/10/2016).
Sigit menambahkan, para korban Kanjeng Dimas telah mempertaruhkan segalanya termasuk materi dan meninggalkan orang-orang terdekat. Akibatnya, para korban ini mengalami distegrasi sosial yang parah dan butuh ruang eksistensi baru.
"Jadi perkumpulan Dimas Kanjeng ini adalah yang bisa merekatkan kepada kelompoknya," imbuhnya.
Selain itu, percepatan kondisi sosial, ekonomi, politik membuat kondisi korban menjadi anomik. Akibatnya, identitas yang lama hilang sedangkan yang baru belum terbentuk. Sementara hadirnya Kanjeng Dimas menjadi angin surga untuk menegaskan identitas baru para korban.
"Mereka tentu mengalami doktrinasi dan cuci otak. Mereka adalah floating mass jadi lebih mudah dijangkau," pungkasnya. (sym)
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.