WASHINGTON - Isu 33 ribu e-mail capres AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton kembali menjadi topik panas dalam Debat Capres AS 2016 putaran kedua. Usai bicara soal skandal video yang merendahkan perempuan, Trump menyerang Hillary tentang perlunya ia meminta maaf atas hilangnya puluhan ribu email rahasia negara dari akun pribadi Hillary.
"Bagaimana dengan 33 ribu e-mail yang Anda hapus, serta dua kotak email yang diambil dari kantor Anda dan sekarang hilang. Jika e-mail itu hanya pernikahan putrinya atau kelas yoga maka tidak masalah, tapi ini dihapus setelah ia menjadi anggota kongres. Jadi Anda menganggap tidak ada masalah menghapus hingga 39 ribu e-mail?" cecar Trump ke Hillary dalam Debat Capres AS 2016 di Washington University, Minggu 9 Oktober atau Senin (10/10/2016).
Mendapat serangan tersebut, Hillary kembali menyatakan penyesalannya. Hillary mengaku, adalah kesalahan telah menggunakan akun e-mail pribadi untuk urusan pekerjaan.
"Tetapi, sampai saat ini tidak ada bukti bahwa server saya diretas. Tidak ada bukti bahwa orang bisa melakukannya. Juga tidak ada bukti orang mendapat material e-mail rahasia tersebut. Saya sangat berkomitmen menjaga rahasia, dan tidak ada bukti rahasia itu dipegang tangan yang salah," tegas Hillary.
Trump tidak tinggal diam. Ia berjanji akan memeriksa kasus ini karena menyangkut rahasia negara.
"Hillary bahkan tidak tahu apa makna huruf 'C' (classified: rahasia - red). Jika saya menang dan menjadi presiden, saya akan meminta Jaksa Agung saya untuk meneliti kasus ini karena Anda sudah amat berbohong," pungkas Trump.
Dalam Debat Capres AS 2016 ini, pertanyaan tidak hanya diajukan moderator tetapi juga penonton di panggung debat. Suasana debat lebih panas dari putaran pertama dua pekan lalu. Bahkan kedua kandidat tidak bersalaman ketika memasuki panggung.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.