WASHINGTON – Setelah tersangkut kasus bocornya e-mail, Hillary Clinton yang merupakan calon presiden dari Partai Demokrat akhirnya meminta maaf. Hal itu dilakukan setelah hampir di setiap interview yang dihadiri, Hillary selalu menolak meminta maaf atas insiden tersebut.
“Itu memang sebuah kesalahan, dan saya meminta maaf karena itu. Saya siap bertanggung jawab,” kata Hillary, dalam wawancara dengan ABC News, Rabu (9/9/2015).
Bahkan pada tengah malam setelah acara tersebut, dia kembali membuat catatan untuk meminta maaf kepada pendukungnya melalui Facebook.
Selama ini Hillary selalu memberi argumen bahwa dia tidak merusak protokol keamanan nasional Amerika Serikat (AS) dengan menggunakan e-mail di luar yang telah disediakan pemerintah.