WASHINGTON - Sistem asuransi kesehatan AS yang dikenal dengan Obamacare telah mengecewakan banyak warga Negeri Paman Sam. Kekecewaan ini juga mengemuka dalam Debat Capres AS 2016 putaran kedua di Washington University, Minggu 9 Oktober waktu AS atau Senin (10/10/2016) waktu Indonesia.
Salah seorang penonton Debat Capres AS 2016, Ken, menyatakan, Affordable Care Act alias Obamacare tidaklah mudah dijangkau oleh masyarakat AS.
"Premi naik, diskon berkurang, begitu juga pembayaran kembali (reimbursement-red) dan harga obat-obatan. Sementara itu, biaya yang ditanggung asuransi menurun. Apa yang akan Anda berdua lakukan untuk menurunkan biaya kesehatan dan membuat pembayaran asuransi lebih baik?" tanya Ken kepada kedua kandidat.
Capres AS dari Partai Demokrat HIllary Clinton yang mendapat kesempatan menjawab pertama mengaku setuju dengan kritik tersebut. Sebagai menteri dalam kabinet Presiden AS Barack Obama, Hillary pun membela mati-matian kebijakan tersebut sambil berjanji memperbaiki sistem asuransi kesehatan AS jika menjadi presiden berikutnya.
"Ada beberapa hal yang menjadikan kebijakan ini baik bagi kita. Ketika undang-undang ini disahkan, 20 juta orang yang sebelumnya tidak memiliki asuransi dapat menikmati fasilitas tersebut. Ini hal baik," ujar Hillary.
Ia kemudian memaparkan empat pembelaan terkait kebijakan Obamacare tersebut. Pertama, menurut Hillary, perusahaan asuransi tidak akan bisa menolak perawatan pasien dengan penyakit bawaan. Kedua, tidak ada batasan waktu sehingga amat berarti bagi mereka yang memiliki penyakit serius. Ketiga, pasien perempuan tidak bisa dikenakan biaya lebih mahal dari pasien laki-laki. Dan keempat, warga yang berusia di bawah 26 tahun bisa masuk dalam asuransi kesehatan orangtuanya.
"Jadi saya sangat ingin melestarikan hal-hal baik terkait sistem asuransi kesehatan ini, tetapi kita perlu menurunkan biayanya. Kita perlu memberi tambahan dana untuk membantu perusahaan kecil untuk memastikan mereka bisa menyediakan asuransi kesehatan bagi karyawannya," papar Hillary.