JAKARTA – Spanduk berukuran sekira 5x1 meter terpasang di Gapura Kompleks Kostrad, Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Spanduk tersebut bertuliskan ‘Mohon Maaf, Komplek Militer Netral Dilarang Berkampanye’.
Kepala Penerangan Kostrad, Letkol Inf Agus Bhakti mengatakan, spanduk tersebut sengaja dipasang agar ketiga pasangan calon gubernur DKI 2017-2022 tak melakukan kegiatan kampanye atau sosialisasi di lingkungan militer yang netral dalam politik.
“Itu digerbang Kompleks Kostrad Tanah Kusir. Kampanye di kompleks militer tidak akan diizinkan,” kata Agus kepada Okezone, Senin (10/10/2016).
Agus menjelaskan, Kostrad tetap berpegang teguh kepada netralitas TNI dalam gelaran Pilkada, termasuk pemilihan orang nomor satu di DKI pada 15 Februari 2017 mendatang.
“TNI bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis yang merupakan aman dalam pelaksanaan reformasi internal di TNI sesuai Undang-Undang,” tegas dia.
Menurut Agus, spanduk itu dipasang juga sebagai respon yang menyatakan calon Wakil Gubernur DKI, Sylviana Murni yang berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono menyambangi Kampung Praja, daerah yang berdekatan dengan Kompleks Kostrad, Tanah Kusir.
“Bahwa tidak benar kunjungan Sylviana Murni ke Kompleks Kostrad, Tanah Kusir, Jakarta Selatan,” tukas dia.
(Feri Agus Setyawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.