KABUL – Komandan Garnisun Kabul, Letnan Jenderal Gul Nabi Ahmadzia mengungkap telah menerima laporan terpercaya bahwa kegiatan kaum syiah akan menjadi sasaran serangan kelompok bersenjata jelang perayaan Hari Asyura. Untuk itu, pihak kepolisian telah memperingatkan kepada umat syiah setempat untuk mengadakan upacara dalam batas-batas yang sudah ditentukan.
Namun demikian, hal yang dikhawatirkan tetap terjadi. Seorang militan bersenjata menyerang kerumunan yang sedang melepas puasa dan menanti datangnya Hari Asyura di Kabul pada Selasa 11 Oktober waktu setempat.
Akibatnya, 14 orang yang terdiri dari 13 warga sipil dan seorang polisi tewas dalam serangan tersebut. Sementara 26 lainnya terluka, termasuk tiga anggota polisi. Demikian seperti disitat dari Independent, Rabu (12/10/2016).
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Sediq Seddiqi mengatakan pelaku telah tewas ditembak polisi di lokasi kejadian. Identitas pelaku sayangnya hingga kini masih dalam penyelidikan lebih lanjut, demikian juga terkait motifnya.
Diperkirakan jumlah penganut syiah di Afghanistan adalah 15 persen dari total populasi sekira 30 juta penduduk. Kebanyakan warga syiah di negara Asia Selatan ini berasal dari etnis Hazaras.
Sebagai kelompok minoritas, syiah seringkali menjadi sasaran tindak bermusuhan sunni garis keras di negara tersebut. Sebut saja di antaranya, Taliban dan ISIS. Tidak terhitung banyaknya serangan diarahkan ke masjid-masjid syiah oleh kedua kelompok teroris internasional itu.
Selain rumah ibadah, warga syiah yang berkumpul di tempat terbuka juga tak ayal menjadi target penyerangan. Salah satu tragedi yang paling memakan banyak korban terjadi pada Juli lalu. Serangan bom bunuh diri diarahkan ke kerumunan syiah yang sedang berunjuk rasa di pusat Ibu Kota Kabul. Sedikitnya 80 orang meninggal dan lebih dari 200 lainnya terluka.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.