BAGHLAN – Sekelompok pria bersenjata tiba-tiba menembaki para penambang di utara Provinsi Baghlan, Afghanistan. Serangan ini menewaskan delapan orang yang merupakan kelompok minoritas Hazara.
Gubernur Taleh va Barfak, Faiz Mohammad Amiri, menceritakan bahwa para korban mulanya diminta keluar dari mobil, baru kemudian ditembaki. Jumlah korban terluka ada tiga. Semua korban, termasuk yang meninggal, berasal dari Provinsi Daykundi di Afghanistan Tengah.
Hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden penembakan pada Jumat 6 Januari 2017 tersebut. Namun pemerintah percaya pelakunya adalah Taliban, kelompok teroris yang memegang kendali atas wilayah tersebut.
Menanggapi tuduhan ini, kaum pemberontak itu membantah terlibat. Mereka justru menduga serangan tersebut ada kaitannya dengan militan lain bernama Arbakis.
“Semua orang yang bekerja di tambang ini sudah mendapat izin dan membangun hubungan yang baik dengan kami. Mereka tidak pernah buat masalah,” terang juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, seperti disitat dari Reuters, Sabtu (7/1/2017).
Suku minoritas Hazara diketahui berbicara dalam bahasa Persia. Sebagian besar dari mereka penganut Syiah, aliran yang memiliki sejarah panjang menjadi korban diskriminasi dan kekerasan mayoritas Sunni di Afghanistan.
Tahun lalu, banyak warga Hazara juga meninggal akibat serangan berantai di Kabul. Dugaan kuat pelaku mengarah kepada ISIS. Terlepas dari itu, kekerasan telah menjadi pemandangan yang lazim di Afghanistan. Apalagi pemerintah kini hanya berkuasa penuh atas dua per tiga wilayahnya secara nasional.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.