nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Turunkan Jumlah Korban Perang Narkoba Duterte, 2.300 Tewas

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 13 Oktober 2016 16:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 10 13 18 1513846 polisi-turunkan-jumlah-korban-perang-narkoba-duterte-2-300-tewas-oLF1xWhjN6.jpg Polisi memasukkan jenazah terduga pecandu narkoba ke dalam ambulans (Foto: Romeo Ranoco/Reuters)

MANILA – Kepolisian Filipina secara resmi menurunkan jumlah korban tewas akibat perang narkoba ala Presiden Rodrigo Duterte menjadi 2.300 orang. Sebelumnya, perkiraan jumlah korban tewas sejak Juli 2016 adalah 3.600 orang.

“Tidak semua (korban tewas) berhubungan dengan perang narkoba. Sebanyak 1.556 orang pecandu narkoba tewas dalam operasi polisi dan 722 lainnya tengah diselidiki,” terang Juru Bicara Kepolisian Nasional Filipina Dionardo Carlos, seperti dimuat Reuters, Kamis (13/10/2016).

Data kepolisian per 5 Oktober 2016 mengungkapkan, sebanyak 3.652 orang tewas sejak Duterte meluncurkan perang narkoba pada 30 Juni 2016. Sebanyak 2.000 kasus di antaranya sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Carlos menambahkan, penyelidikan baru-baru ini menemukan hanya 722 korban tewas yang berada dalam penyelidikan atau diselidiki karena terkait kasus narkoba. Namun, ia tidak memberi motif kematian korban lainnya. Ia hanya menyebut korban lain meninggal dalam kasus pembunuhan.

Kebijakan perang narkoba ala Duterte menuai kecaman dari berbagai pihak. Namun, mantan Wali Kota Davao itu bergeming. Rody –sapaan akrab Duterte– bahkan akan memperpanjang perang terhadap narkoba untuk enam bulan ke depan.

Meski mendapat kritik keras dari dunia internasional, Duterte tidak peduli. Mantan pengacara itu menyebut dirinya dipilih oleh rakyat Filipina sehingga hanya perlu berbakti kepada Negeri Lumbung Padi.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini