Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Indonesia Suarakan Pentingnya IUU Fishing di Panggung ASEAN-Uni Eropa

Silviana Dharma , Jurnalis-Sabtu, 15 Oktober 2016 |16:37 WIB
Indonesia Suarakan Pentingnya IUU Fishing di Panggung ASEAN-Uni Eropa
Ilustrasi. IUU Fishing. (Foto: dok. Okezone)
A
A
A

BANGKOK – Sejalan dengan nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengembalikan kejayaan maritim, Indonesia terus menyuarakan pentingnya Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing di panggung internasional. Hadir dalam pertemuan tingkat tinggi ASEAN dan Uni Eropa (AEMM) ke-21 di Bangkok, Thailand, Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi menggarisbawahi perlunya IUU Fishing dimasukkan sebagai isu kejahatan transnasional.

“IUU Fishing selayaknya dimasukkan sebagai isu kejahatan internasional, karena ini ada kaitannya dengan kegiatan penyelundupan manusia, perdagangan obat terlarang hingga senjata,” terang diplomat kelahiran Semarang, Jawa Tengah tersebut dalam siaran pers Kemlu RI yang diterima Okezone, Sabtu (15/10/2016).

Menlu Retno ditunjuk sebagai pembicara utama dalam sesi yang membahas tantangan keamanan global di AEMM 21, Bangkok pada 13-14 Oktober. Pertemuan yang dihadiri oleh seluruh menteri dari negara anggota ASEAN dan Uni Eropa tersebut mengapresiasi pandangan Indonesia dalam menghadapi antara lain terorisme, memberikan pendekatan deradikalisasi, migrasi dan penyelundupan.

Fora interkawasan yang satu ini menghasilkan Deklarasi Bangkok. Isinya mempromosikan Kerjasama Global ASEAN-Uni Eropa dalam berbagi Tujuan Strategis. Deklarasi bersama ini penting sebagai landasan dan komitmen ASEAN-Uni Eropa memperkuat kerjasama menuju kemitraan yang lebih strategis di masa depan.

Guna menyambut peringatan 40 tahun kerjasama ASEAN dan UE, kedua negara kawasan benua terbesar di dunia itu akan menyiapkan Plan of Action untuk 2018-2022.

AEMM 21 dipimpin oleh Menlu Thailand selaku Negara Koordinator kerjasama kemitraan ASEAN-UE (2015-2018). Di sampingnya duduk juga Menlu Slovakia yang berperan sebagai presiden Dewan Uni Eropa saat ini.

Di sela-sela pertemuan ke-21 AEMM, Menlu Retno melakukan delapan pertemuan bilateral, antara lain dengan Belanda, Denmark, Luksemburg, Latvia, Italia. Lituania, Prancis dan Polandia. Rombongan delegasi Indonesia dikomandoi Menlu Retno, didampingi Dubes RI di Bangkok, Direktur Polkam ASEAN, serta pejabat dan staf dari Direktorat Mitra Wicara dan Antar Kawasan, Perutusan Tetap RI untuk ASEAN dan KBRI Bangkok.

(Silviana Dharma)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement