Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Toko-Toko di Jerman Hentikan Penjualan Topeng Badut Seram

Emirald Julio , Jurnalis-Sabtu, 29 Oktober 2016 |05:34 WIB
Toko-Toko di Jerman Hentikan Penjualan Topeng Badut Seram
Foto ilustrasi penjualan topeng badut seram (Foto: Henry Nicholls/SWNS.com/Daily Mail)
A
A
A

BERLIN – Saat ini Eropa sedang dilanda keresahan akibat kemunculan penampakan dari orang-orang berkostum badut menyeramkan. Karena itu menjelang perayaan Halloween, jaringan pusat perbelanjaan terkenal di Jerman akhirnya memutuskan menghentikan penjualan topeng badut seram.

Media di Jerman mewartakan Karstadt dan Gakerua Kaufhof mengambil kebijakan itu karena selain penampakan, badut-badut seram itu terkadang menyergap para pejalan kaki. Bahkan di beberapa kasus yang terjadi, banyak korban yang ketakutan itu menderita luka-luka.

Sebagaimana dikutip dari BBC, Sabtu (29/10/2016) Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere memberikan peringatan tidak adanya toleransi kepada siapapun yang menggunakan kostum badut menyeramkan dan menyerang orang.

“Ketika orang menghadapi ancaman kekerasan dalam skala luas, maka hal itu dapat diperlakukan sebagai suatu pelanggaran. Ini tidak lagi ada hubungannya dengan tradisi Halloween yang tidak merugikan,” ujar Maiziere.

Insiden terkait badut menyeramkan di Jerman sendiri terjadi beberapa waktu yang lalu. Tepatnya ketika seorang remaja menggunakan kostum badut mencoba menakuti temannya. Akibat panik, teman dari remaja tersebut menusuknya dan membuat sang remaja berkostum badut itu dilarikan ke rumah sakit.

Penampakan badut menyeramkan sendiri diawali pada Agustus 2016 di Negara Bagian South Carolina, Amerika Serikat. Namun, penampakan yang meresahkan ini meluas hingga ke Eropa bahkan Australia.

(Emirald Julio)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement