Image

Prediksi Meleset, Ini Satu-satunya Media yang Terbitkan "Hillary Presiden"

Jurnalis · Jum'at, 11 November 2016 - 13:19 WIB
Sampul Majalah Newsweek yang salah memprediksi kemenangan Hillary Clinton sebagai presiden AS. (Foto: Twitter Newsweek) Sampul Majalah Newsweek yang salah memprediksi kemenangan Hillary Clinton sebagai presiden AS. (Foto: Twitter Newsweek)

NEW YORK - Majalah yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS), Newsweek, menanggung malu setelah menerbitkan edisi suvenir "Madam President" dengan sampul wajah Hillary Clinton sebagai presiden baru AS. Media ini salah prediksi, dan edisi khususnya itu terlanjur beredar di toko-toko buku.

Majalah itu tak menyangka jika presiden terpilih AS adalah Donald John Trump dari Partai Republik. Pihak redaksi hanya menyiapkan edisi khusus Hillary Presiden AS tanpa menyiapkan alternatif kedua, yakni Trump Presiden AS.

Kesalahan media itu telah dipublikasikan pekerja toko buku yang mengunggahnya foto majalah di Twitter. Pekerja toko dengan nama akun Twitter @mghnbtts mengunggah foto majalah tersebut pada 7 November 2016 atau sehari sebelum Pilpres AS. Majalah AS ini menuliskan tagline "Perjalanan Bersejarah Hillary Clinton ke Gedung Putih" di edisi khususnya tersebut.

Tindakan media itu telah membuat pendukung Trump marah. Para pendukung Trump menyebut Newsweek telah berkolusi dengan tim kampanye Hillary Clinton.

Para pengguna Twitter juga mengolok-olok majalah yang terlanjur mempublikasikan prediksi dini presiden AS yang ternyata salah. "Media bias beraksi lagi," kata pengguna Twitter, Shani Marie. "Newsweek, Anda payah," kecam pengguna Twitter lain, Ladybug Rosen-Doxie.

Setelah protes bermunculan, Newsweek terpaksa memberikan penjelasan melalui Twitter. Anehnya, pihak perusahaan media tersebut mengklaim tidak bertanggung jawab langsung atas strategi penerbitan.

"Dari Editor: 2 edisi khusus mencakup untuk hasil pemilu 2016 diproduksi oleh pemegang lisensi Newsweek, Topix Media, dan bukan oleh Newsweek," tulis pihak Newsweek via akun Twitter-nya, @newsweek.

Sementara itu, Tony Romando dari Topix Media berdalih penerbitan itu hanya keputusan bisnis. "Selama enam bulan terakhir edisi khusus Newsweek telah menyatukan 'Road to the White House Tribute Issue' untuk kedua kandidat partai besar," katanya, seperti dikutip Daily Mail, Jumat (11/11/2016).

Dia mengatakan bahwa, karena jajak pendapat mengunggulkan Hillary Clinton, maka edisi khusus "Madam President"-lah yang dipilih diterbitkan.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming