Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lagi, Israel Minta Rusia Tidak Jual Senjata pada Iran

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Kamis, 17 November 2016 |05:11 WIB
Lagi, Israel Minta Rusia Tidak Jual Senjata pada Iran
Israel lagi-lagi tidak ingin Rusia jual senjata pada Iran. (Foto: Business Insider)
A
A
A

TEL AVIV - Israel telah meminta Rusia tidak membuat kesepakatan besar untuk menjual jet tempur dan senjata canggihnya kepada Iran. Demikian kata Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman.

Lieberman mengungkap, Tel Aviv tetap mengajukan permintaan tersebut kepada Moskow meksipun mereka sadar permintaan itu sulit dipenuhi. Sebab sudah menjadi rahasia umum bahwa penjualan senjata adalah salah satu upaya pemerintah Negeri Beruang Merah untuk menyelamatkan perekonomiannya.

Menurut laporan media Rusia, Moskow dan Teheran telah melakukan transaksi penjualan alat-alat tempur, seperti jet tempur, tank T-90, helikopter dan artileri. Nilai transaksi itu mencapai USD10 miliar atau Rp135 triliun.

Lieberman mengklaim bahwa pada tahap ini Rusia dan Iran hanya membahas kemungkinan kesepakatan penjualan senjata dan belum ada yang ditandatangani. Dia mengatakan Israel mengangkat isu ini selama kunjungan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev ke Israel pekan lalu.

”Jelas, ini sangat tidak menyenangkan kami. Kita bicara dengan mereka dan mencoba untuk menjelaskan, tapi akhirnya setiap negara bertindak sesuai dengan kepentingannya sendiri. Rusia berada dalam kesulitan ekonomi dan akan melakukan menurutnya baik bagi negaranya,” ujar Lieberman, seperti dikutip dari Haaretz, Kamis (17/11/2016).

Rusia seperti diketahui telah mengirim sistem rudal pertahanan udara S-300 ke Iran. Israel mencoba selama beberapa tahun untuk menekan Presiden Vladimir Putin agar menunda pengiriman rudal ke Teheran.

Lieberman juga mengomentari pasukan Rusia yang beroperasi di Suriah. Menurutnya, pasukan Rusia dan Suriah telah dibekali dengan rudal canggih.

Sementara itu, Ketua Komite Pertahanan Dewan Federasi Rusia, Viktor Ozerov mengatakan negosiasi masih berlangsung. Jika kesepakatan tercapai, Rusia bisa memasok senjata kepada Iran.

Ozerov melanjutkan, senjata Rusia akan dikirimkan secara bertahap selama beberapa tahun. Menurut dia, pengiriman pertama senjata Rusia hanya bisa terjadi pada tahun 2020, ketika sanksi terhadap penjualan senjata kepada Iran dicabut.

(Silviana Dharma)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement