Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Apa yang Terjadi dengan Properti Milik Hitler?

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Kamis, 17 November 2016 |19:07 WIB
HISTORIPEDIA: Apa yang Terjadi dengan Properti Milik Hitler?
Adolf Hitler. (Foto: Getty Images/The Daily Beast)
A
A
A

DI masa muda, Adolf Hitler tumbuh sebagai seorang seniman dengan kesulitan ekonomi. Hidupnya berpindah dari hostel ke hostel.

Ia ikut bertempur dalam Perang Dunia I dan kemudian aktif menjadi anggota Partai Nazi yang baru saja terbentuk. Pada 1923, Hitler bersama beberapa petinggi Nazi meluncurkan kudeta terhadap Pemerintah Bavaria di Munich, namun berakhir gagal. Peristiwa yang dikenal dengan Beer Hall Putsch itu membuat Hitler dikirim ke penjara dan dituding sebagai seorang pengkhianat.

Hitler menghabiskan kurang dari satu tahun di balik jeruji besi. Pada 1924, Hitler menulis manifesto politiknya di penjara dengan jilid pertamanya diberi judul "Mein Kampf" (Perjuanganku). Manifesto politik Hitler diterbitkan dalam dua volume pada pertengahan 1920-an. Buku yang membahas pandangan anti-Semit (anti-Yahudi) itu menjadi sangat populer seiring Hitler naik ke tampuk kekuasaan tertinggi.

Setelah Hitler menjadi Kanselir Jerman pada 1933, setiap pengantin baru diberikan kado "Mein Kampf" secara cuma-cuma. Pada 1945 "Mein Kampf" menduduki puncak penjualan dengan 10 juta eksemplar. Royalti atas penjualan buku tersebut pun membuat diktator Hitller menjadi kaya raya.

Setelah perang, sekutu memberi hak cipta "Mein Kampf" pada Pemerintah Bavaria yang melarang pencetakan ulang di Jerman. Ketika hak cipta "Mein Kampf" berakhir di Eropa pada 31 Desember 2015, "Mein Kampf" memasuki domain publik. Aset Hitler yang lain seperti sebuah rumah di Alpen Bavaria yang disebut Berghof, dan sebuah apartemen di Munich, keduanya dipindahkan ke negara bagian Bavaria setelah perang.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement