Pangeran Arab Desak Cabut Larangan Mengemudi bagi Wanita

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Rabu 30 November 2016 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 30 18 1555348 pangeran-arab-desak-cabut-larangan-mengemudi-bagi-wanita-PsCIYJaGEL.jpg Pangeran Alwaleed bin Talal. (Foto: AP)

RIYADH - Cucu dari raja pertama Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal, mendesak penghentian larangan mengemudi bagi wanita. Ia menyampaikan pernyataan tersebut melalui akun Twitter pribadinya.

"Berhenti berdebat. Sekarang waktunya bagi wanita untuk mengemudi. Mencegah seorang wanita mengemudi di masa sekarang ini, sama halnya mencegah mereka mendapat kebebasan identitas. Mereka adalah korban dari ketidakadilan aturan masyarakat tradisional yang jauh lebih ketat daripada apa yang diperbolehkan oleh ajaran agama," tulis Alwaleed.

Sang pangeran beranggapan, pelarangan ini justru merusak produktivitas tenaga kerja. Hal ini karena angkutan umum di Arab masih dirasa belum cukup memadai dan akibatnya para suami di Arab harus repot mengantar istri mereka bepergian. Selain itu pengeluaran masyarakat pun semakin membengkak karena kaum wanita harus bergantung dengan kendaraan umum maupun menyewa supir yang tentu saja membutuhkan biaya.

"Larangan mengemudi pada dasarnya merupakan pelanggaran hak-hak wanita, yang belum ditangani setelah kaum wanita berhasil mendapat hak pendidikan dan pekerjaan dengan upah yang layak," tambah Alwaleed sebagaimana dikutip dari Itv, Rabu, (30/11/2016).

Meskipun mendukung penghentian larangan mengemudi bagi wanita, Pangeran Alwaleed tetap memberikan sejumlah batasan dalam wacananya. Ia menyarankan, jika ingin mengemudi, maka para wanita harus membawa ponsel pintar mereka serta mengetahui bagaimana menghubungi layanan bantuan jalan. Tak hanya itu, Alwaleed juga membatasi surat izin mengemudi hanya untuk mobil serta melarang wanita mengemudi keluar kota.

Pangeran Alwaleed adalah salah satu anggota keluarga kerajaan yang aktif menyuarakan hak-hak kaum perempuan. Namun, sayangnya pangeran tak menempati jabatan politik yang memungkinkannya untuk mengubah aturan.

Arab Saudi merupakan negara yang paling banyak memiliki aturan berat bagi kaum hawa. Negeri kerajaan ini juga merupakan satu-satunya negara yang melarang wanita mengemudikan kendaraan. (rav)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini