nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tangkap Terduga Sopir Truk Penabrak Bazaar Natal

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 20 Desember 2016 05:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 12 20 18 1570883 polisi-tangkap-terduga-sopir-truk-penabrak-bazaar-natal-sdYH9gzxKD.jpg Satu unit truk menabrak bazaar Natal di Gereja Wilhelm Kaiser, Jerman (Foto: Pawel Kopczynski/Reuters)

BERLIN – Sedikitnya sembilan orang tewas dan 50 lainnya luka-luka usai satu unit truk menabrak bazaar Natal di depan Gereja Kaiser Wilhelm di Berlin, Jerman. Sopir truk berwarna hitam itu diketahui melarikan diri usai insiden tersebut.

Polisi menuturkan, truk tersebut memiliki plat nomor asal Polandia. Berdasarkan penelusuran, truk tersebut dimiliki oleh sebuah perusahaan jasa pengiriman barang asal Polandia. Perusahaan tersebut mengaku kehilangan kontak dengan truk sekira pukul 16.00 waktu setempat. Truk tersebut diyakini mengalami pembajakan.

Seperti dimuat The Guardian, Selasa (20/12/2016), polisi menemukan satu orang korban tewas di dalam truk. Tidak hanya itu, polisi juga berhasil menangkap seorang pria sekira 100 meter (m) dari lokasi tabrakan. Pria tersebut diduga sebagai sopir truk yang menabrak bazaar Natal.

Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel tengah mendengarkan laporan dari Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere dan Wali Kota Berlin Michael Muller. De Maiziere mengucapkan belasungkawa bagi keluarga korban dan memastikan kepolisian akan memberi bantuan yang dibutuhkan.

Polisi masih belum dapat menentukan apakah insiden tersebut adalah kecelakaan biasa atau serangan teror. Salah satu saksi mata menuturkan, truk meluncur keluar jalur dalam kecepatan 60 kilometer per jam (km/jam) dan tidak menunjukkan tanda-tanda pengereman. Truk diketahui datang dari arah Budapester Strasse dan kemudian melewati pembatas jalan sebelum menabrak bazaar.

Insiden tersebut membangkitkan ingatan akan serangan teror truk di Nice, Prancis, pada 14 Juli 2016. Sedikitnya 86 orang tewas dalam insiden yang terjadi di tengah perayaan hari kemerdekaan Prancis atau Bastille Day. Pelaku yang merupakan warga Prancis keturunan Tunisia diketahui sebagai seorang simpatisan kelompok militan ISIS.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini