Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut pembunuhan ini sebagai provokasi untuk merusak normalisasi hubungan Rusia dan Turki.
“(Mengutuk), sangat keras,” ucap Erdogan. ”Kedua (negara), Turki dan Rusia memiliki kemauan untuk tidak tertipu oleh provokasi ini,” lanjut Erdogan, seperti dikutip Sindonews dari Anadolu, Selasa (20/12/2016).
”Saya yakin ini adalah serangan terhadap Turki, negara Turki dan orang-orang Turki, dan juga provokasi yang jelas terhadap hubungan Turki-Rusia. Saya yakin teman-teman kita Rusia juga melihat fakta ini,” imbuh Erdogan.
(Rahman Asmardika)