Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kecelakan Bus di Malaysia: Sopir Terbukti Ngebut

Silviana Dharma , Jurnalis-Sabtu, 24 Desember 2016 |21:44 WIB
Kecelakan Bus di Malaysia: Sopir Terbukti Ngebut
Truk pengangkut alat berat dikerahkan ke lokasi kecelakaan bus di Muar. (Foto: The Star)
A
A
A

MUAR – Polisi Malaysia memastikan bahwa bus Goldstar melaju dengan kecepatan tinggi sebelum kecelakaan. Sopir bus kehilangan kendali saat menikung sehingga menabrak pagar pembatas jalan dan berakhir jatuh ke jurang setinggi 10 meter.

Insiden ini terjadi di Kampung Jayor dekat Muar pada pukul 3.45 waktu setempat. Bus tersebut diketahui berangkat dari Johor Bahru menuju Terminal Bersepadu Selatan (TBS) di Kuala Lumpur. Nahas, bus terguling setibanya di kilometer 137,2 North-South Expressway.

Kecelakaan bus di Malaysia menewaskan 14 orang dan melukai 16 lainnya. Korban meninggal terdiri dari tujuh perempuan, enam laki-laki dan seorang bayi. Di antaranya adalah sopir bus dan putrinya yang berusia satu tahun.

The Star, Sabtu (24/12/2016) mewartakan, sedikitnya ada 25 petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian dari Muar, Bukit Gambit dan Yong Peng. Penyelidikan mengenai penyebab utama kecelakaan masih berlangsung dan polisi berjanji akan mengumumkannya sesegera mungkin.

“Mari kita tunggu laporan lengkapnya. Tim saat ini sedang menyelidiki kesalahan teknis yang mungkin, seperti pelanggaran dan kelemahan bus. Dinas Transportasi Publik Malaysia (JPJ) sudah mengirim petugasnya untuk mengecek dokumen resmi, surat izin mengemudi (SIM) sopir dan lain-lain,” kata Direktur Jenderal JPJ, Datuk Seri Nadzri Siron.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Johor, Mohd Yusof Mohd Gunnos mengungkap, kondisi jalan sangat baik saat kecelakaan terjadi. Bahkan hujan tidak turun dan menyebabkan jalanan menjadi licin.

Salah seorang korban terluka diduga warga negara Indonesia (WNI). Polisi belum mengumumkan namanya, tetapi diketahui dia adalah istri dari sopir bus nahas tersebut. Suami dan anaknya meninggal, sementara dirinya masih menjalani perawatan di RS Sultanah Fatimah Specialist. Korban terluka lainnya, meliputi tujuh warga negara Malaysia, enam orang Singapura, dan dua warga Myanmar.

(Silviana Dharma)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement