Image

Coba Selundupkan Senjata, Pasukan Perdamaian Indonesia Ditangkap di Sudan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin, 23 Januari 2017 - 15:43 WIB
Pasukan perdamaian Indonesia di Sudan (Foto: Sudan Tribune) Pasukan perdamaian Indonesia di Sudan (Foto: Sudan Tribune)

AL FASHIR – Pemerintah Negara Bagian North Darfur menangkap sejumlah tentara Indonesia yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB (UNAMID). Mereka ditangkap karena berupaya menyelundupkan senjata saat hendak meninggalkan Bandara Al Fashir, Sudan.

Wakil Gubernur North Darfur, Mohamed Hasab al Nabi, mengatakan aparat keamanan di bandara menyita sejumlah besar senjata beserta amunisinya yang diketahui milik pasukan UNAMID pada Kamis 19 Januari 2017.

“Pasukan UNAMID hendak meninggalkan North Darfur setelah misi mereka berakhir sesuai kerangka kerja dari perubahan rutin. Sesuai dengan informasi yang diterima dari aparat keamanan, senjata dan amunisinya disita beserta material lain yang menyerupai debu dan batu,” ujar Mohamed Hasab al Nabi, seperti dimuat Sudan Tribune, Senin (23/1/2017).

Dalam keterangan tertulis, UNAMID mengonfirmasi penangkapan tentara Indonesia di Khartoum, Sudan, tersebut. Pasukan gabungan dari beberapa negara itu menuturkan sejumlah senjata dan material terkait militer ditemukan oleh aparat keamanan dari UNAMID di konter check-in bagasi selama proses pergantian kontingen di Bandara Al Fashir.

Hasab al-Nabi mengatakan sejumlah tentara tersebut membawa senjata dan amunisi secara ilegal. Pemerintah Negara Bagian North Darfur akan mengambil langkah hukum yang diperlukan dan sisanya akan diserahkan kepada pemerintah pusat, Kementerian Luar Negeri, dan badan terkait. UNAMID sendiri berjanji kepada otoritas Sudan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.

Direktur Imigrasi Bandara Asim Hamid menyebut timnya berhasil menyita 29 pucuk senapan serbu Kalashnikov, empat pucuk pistol, enam pucuk pistol GM3, dan 61 pucuk pistol dengan varian berbeda di samping sejumlah amunisi. Ia memuji langkah timnya yang berhasil menggagalkan penyelundupan senjata tersebut.

Pasukan gabungan UNAMID dikerahkan di Darfur sejak Desember 2007 dengan mandat untuk menghentikan kekerasan terhadap warga sipil. UNAMID adalah pasukan internasional terbesar kedua yang diterjunkan dengan personel mencapai 20 ribu tentara dan anggaran dana sebesar USD1,35 miliar (setara Rp18 ribu triliun).

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming