Pada 14 Februari 1929, kiriman barang selundupan dijadwalkan tiba di markas Moran yang saat itu dijaga ketujuh anak buahnya. Moran yang terlambat datang sempat melihat polisi memasuki gedung dan berpikir para anteknya akan segera ditangkap dan digiring keluar. Tetapi, yang terjadi justru mereka tewas diberondong tembakan.
Di antara anak buahnya yang dibunuh, terdapat para algojo terbaik Moran, Frank dan Pete Gusenberg. Diceritakan, saat polisi asli datang ke lokasi kejadian, Frank masih hidup, tetapi dia memegang kode untuk diam saat ditanya siapa yang menembaknya. “Tidak ada, tidak ada yang menembak saya,” kata Frank yang saat itu tengah sekarat.
Insiden Valentine berdarah itu adalah konfrontasi terakhir antara Moran dan Capone. Pada 1931, Capone dijebloskan ke dalam penjara sedangkan Moran kehilangan terlalu banyak orang dan tidak mampu mempertahankan wilayahnya.
Tepat tujuh tahun setelah peristiwa itu, salah satu pelaku pembantaian Valentine, Jack McGurn tewas diterjang peluru senapan mesin di sebuah arena boling yang ramai. Pembunuhnya tidak pernah diketahui, namun banyak yang menduga Moran-lah yang melakukannya untuk membalas dendam.
Bugs Moran pun akhirnya ditangkap setelah melakukan perampokan ringan dan dijebloskan ke penjara pada 1946. Dia meninggal di Penjara Federal Leavenworth pada 1957 akibat kanker paru-paru yang dideritanya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.